Klarifikasi Resmi Direktur RSUD Sanana atas Kematian Ibu Saat Melahirkan

Uncategorized137 Dilihat

Malutpedia.id,Sanana– Direktur RSUD Sanana, Ulia H. Ngofangare, SKM, memberikan penjelasan resmi tentang Seorang ibu meninggal dunia saat melahirkan di RSUD Sanana, pada Sabtu dinihari, 13 September 2025

Ulia menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya pasien. Ia menjelaskan, pasien masuk ke IGD pada pukul 01.05 WIT dengan keluhan nyeri perut menjelang persalinan, kemudian dipindahkan ke ruang kebidanan pukul 02.45 WIT. Sekitar pukul 03.15 WIT, pasien melahirkan bayi dalam keadaan hidup.

Namun, usai persalinan terjadi komplikasi berupa retensio plasenta (ari-ari tidak keluar) disertai perdarahan aktif. “Tindakan darurat sesuai SOP sudah dilakukan, namun plasenta tidak berhasil dilahirkan. Tekanan darah pasien menurun hingga 80/60 mmHg dengan kadar hemoglobin kritis 5,4 g/dl, sehingga harus segera dilakukan resusitasi cairan dan transfusi darah,” jelas Ulia.

Permintaan darah segera dilakukan pukul 04.56 WIT, dan proses transfusi dimulai pada pukul 06.22 WIT. Menurut Ulia, jeda waktu tersebut diperlukan untuk memastikan keamanan dan kesesuaian darah melalui prosedur standar seperti pemeriksaan silang, inkubasi, dan sentrifugasi yang memakan waktu 45–60 menit.

Meski telah dilakukan tindakan medis termasuk resusitasi jantung paru, pasien dinyatakan meninggal pada pukul 06.45 WIT.

Pasca kejadian, empat anggota keluarga pasien dilaporkan melakukan perusakan fasilitas di ruang bersalin sebagai bentuk kekecewaan. Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Sanana menyatakan pihaknya memahami kepanikan keluarga dan berkomitmen meningkatkan komunikasi petugas agar lebih transparan, empati, serta cepat tanggap dalam kondisi kritis.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Sanana,” tutup Ulia.red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *